Thursday, October 22, 2009

Kabinet SBY Persis dengan Peserta Audisi


JAKARTA - Dari sejumlah nama calon yang diaudisi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wapres Boediono di Puri Cikeas, hanya satu nama yang terpental. Dia adalah Nila Ju­wita Anfasah Moeloek yang sebelumnya diplot menjadi menteri kesehatan (Menkes).

Ketika susunan anggota Kabinet Indonesia Bersatu II diumumkan SBY tadi malam, pos Men­kes ditempati Dr dr Endang Rahayu Sedyaning­sih. Dia merupakan mantan kepala pusat peneli­tian dan pengembangan di Depkes.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos, Nila digantikan Endang karena gagal melewati tes kesehatan dan kejiwaan. Nila dinyatakan tidak lulus psikotes. Istri mantan menteri kesehatan itu dipanggil ke Cikeas pada Minggu, 18 Oktober 2009, dan telah mengikuti tes kesehatan dan kejiwaan di RSPAD Gatot Subroto pada Senin, 19 Oktober. Nila disimpulkan tidak mampu mengatasi tekanan.

Dari 37 calon menteri dan pejabat setingkat menteri yang mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Cikeas, hanya Nila yang gagal di tes kesehatan dan kejiwaan. Sisanya berhasil menempati pos menteri dan pejabat setingkat menteri yang selama ini sudah diperkirakan. Kabarnya, pergantian dari Nila ke Endang inilah yang membuat penggodokan susunan kabinet di Cikeas menjadi lebih lama.

Seluruh menteri dan pejabat setingkat menteri akan dilantik siang ini. "Hampir pasti ada pihak-pihak lain yang tidak puas, yang punya pendapat lain," kata SBY.

Dia mengatakan, kritik terhadap struktur kabinetnya adalah hal wajar. Kritik seperti itu juga dia terima saat menyusun kabinet pada 2004. "Dan, itulah indahnya demokrasi," katanya.

SBY bercerita, dalam dua-tiga hari terakhir, cukup banyak pihak yang ingin bertemu dengannya, untuk memberi masukan mengenai susunan kabinet. "Dengan segala hormat, lebih baik saya tidak bertemu dulu. Sistem sedang bekerja. Saya ingin menyusun kabinet ini," ujarnya.

Presiden mengatakan sudah berusaha mengambil keputusan yang rasional dan objektif. "Yang jelas, tidak mungkin kami gegabah, tidak mungkin saya begitu saja menetapkan calon-calon menteri," katanya.

Didampingi Wapres Boediono, presiden tadi malam mengumumkan 34 menteri dan tiga pejabat setingkat menteri. Selain kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan kepala Badan Intelijen Negara (BIN), ada satu unit kerja khusus yang posisinya juga setara menteri. Lembaga baru itu adalah Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan yang dikepalai Kuntoro Mangkusubroto.

Untuk jabatan Jaksa Agung, Panglima TNI, dan Kapolri, belum ada penggantian. "Berarti pejabat tersebut tetap menjalankan tugasnya, sampai suatu saat nanti saya lakukan penggantian sesuai ketentuan UU," kata SBY.

Presiden juga segera menunjuk Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Juga akan ditunjuk para wakil menteri di departemen-departemen tertentu yang memiliki beban kerja besar. "Akan saya tetapkan wakil menteri yang saya pandang diperlukan untuk mendampingi menteri-menteri tertentu yang memiliki beban tugas yang memerlukan wakil," katanya.

Sempat Kesasar

Jabatan menteri kesehatan yang diembankan kepada Endang Rahayu Sedyaningsih bisa jadi merupakan posisi terakhir yang diputuskan Presiden SBY sebelum pengumuman personel Kabinet Indonesia Bersatu jilid II pukul 22.00 tadi malam. Sebab, ''tes'' yang dijalani Endang di kediaman pribadi SBY di Cikeas baru selesai sekitar pukul 18.00.

''Cukup lama saya di Cikeas. Sampai magrib baru selesai,'' kata Endang saat dihubungi koran ini melalui telepon rumahnya tadi malam pukul 23.05.

Saat menerima telepon, beberapa kali dia meminta jeda untuk keperluan lain. Terdengar hiruk-pikuk di rumah Endang di kompleks IKIP, Duren Sawit, Jakarta Timur, tersebut.

Endang lantas menceritakan kronologi pemanggilan dirinya oleh SBY. Sekitar pukul 13.30, dia dihubungi Seskab Sudi Silalahi via telepon. Dia diminta datang ke Cikeas. Endang yang saat itu tengah mengikuti rapat di Hotel Horison, Bekasi, langsung bergegas menuju Cikeas.

''Saya langsung ke sana naik taksi karena sopir saya sedang pergi,'' ungkap wanita kelahiran Jakarta, 1 Februari 1955, itu. Perjalanan ke Cikeas pun tidak berlangsung mulus. ''Sempat kesasar. Baru sampai sana pukul tiga (15.00, Red),'' ujar Endang lantas tertawa.

Tiba di Cikeas, dia tak langsung bertemu orang nomor satu di negeri ini tersebut. Dia menceritakan, ada wawancara yang harus dilalui. Misalnya, wawancara dengan tim dari RSPAD Gatot Soebroto. ''Ada Pak Sudi, Pak Andi juga (Andi Mallarangeng, Red), dan beberapa lainnya,'' ungkapnya.

Baru setelah itu, Endang yang menjadi peneliti di Badan Litbang Depkes tersebut bertemu dan menjalani wawancara dengan SBY. ''Ada beberapa arahan dari beliau,'' katanya.

Namun, dia enggan membeberkan. ''Nanti saja kami sampaikan secara lengkap,'' ujarnya.

Bagaimana hubungan Anda de­ngan mantan Menkes Siti Fadilah Supari yang kabarnya tidak harmonis? Endang menegaskan bahwa hal itu tidak benar. ''Tidak ada. Saya merasa biasa saja. Ya hubungan atasan dan bawahan,'' tegasnya.

Begitu juga saat dikonfirmasi kaitannya dengan Namru yang membuat hubungan keduanya tidak harmonis. ''Tidak ada itu,'' ujarnya.

Dia lantas meminta bantuan dan dukungan agar bisa maksimal menjalankan tugas. ''Mohon bantuan dan doanya,'' ungkapnya lantas menutup telepon.

Tak Mulus

Meski uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon menteri sudah tuntas, proses penyusunan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II tidak berlangsung mulus. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Wapres Boediono terus menggodok susunan kabinet baru.

Dari pagi hingga malam, SBY dan Boediono menuntaskan susunan final kabinet di kediaman pribadi presiden di Puri Cikeas, Bogor. Bahkan, kemarin siang Boediono sampai merevisi jadwal berkenalan dengan sejumlah staf Wapres.

Sesuai UU Kementerian Nega­ra, presiden memang memiliki waktu hingga 14 hari setelah pengambilan sumpah. Namun, jauh-jauh hari SBY mengatakan akan mengumumkan kabinet secepatnya setelah diambil sumpah, agar kabinet bisa mulai bekerja. Apalagi, besok (23/10) presiden harus bertolak ke Huahin, Thailand, untuk menghadiri KTT ASEAN.

10 comments:

jhonson blog said...

sapa aza lah yg duduk di atas itu jgn mengkhianati amanah rakyat,jgn terulang kembali sejarah kelam yaitu korupsi :)

bayu said...

terima kasih atas commentnya sahabatku jhonson blog thanks....

khusnul said...

semoga keadilan yang di tegakkan, bukan isi kantong sendiri yang di pikirkan...

khusnul said...

Yang di inginkan dan didambakan rakyat kecil, kalangan bawah hanyalah kesetabilan harga sembako, bbm dan harga jangan sampai naik lagi.
jika periode ini ada kenaikkan harga lagi berarti ekonomi indonesia jelas gagal.
setuju gak?

riz said...

wahhhhhhhhhhhhhhhh udah di mulai...

Aris Setiadi said...

Semoga saja yang dipilih mang pantes dan sanggup bekerja denagn baik demi bngsa ini....
MERDEKA..
Salam Pemuda Indonesia

Aris Setiadi said...

Inilah negara demokrasi yang sedang tumbuh,semoga memang mereka semua pilihan terbaik...,dan siap mengemban amant.!!
Amiiinnn

ekosulistio said...

semoga bisa membawa indonesia menjadi lebih baik... mampir ke tempatku yach... kerja keras adalah energi kita

muchlisin said...

Buat para menteri: Selamat menjalankan amanah, jangan khianati rakyat.

Ya Allah, jadikanlah negeri ini baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafur

Chan said...

Audisi Menteri Thoghut!

Post a Comment

Terima kasih atas komentar teman-teman buat blog belajar ini...

PageRank 100 Blog Indonesia Terbaik
Widget edited by kanigoropagelaran
top